Analysis of the Use of State Budget Financial Assistance for Political Parties in Tabalong Regency: A Study on the Agency for National Unity and Politics for the 2019–2024 Period

Authors

  • Nurel Hereyani STIA Bina Banua Banjarmasin
  • Septeria Noor Yuliannisa STIA Bina Banua Banjarmasin
  • Muhammad Jamili STIA Bina Banua Banjarmasin

DOI:

https://doi.org/10.55927/fjas.v5i1.522

Keywords:

Financial Assistance, Political Parties, State Budget, Accountability, Public Financial Reporting

Abstract

This study analyzes the use of state budget financial assistance for political parties in Tabalong Regency for the 2019–2024 period. This study uses qualitative descriptive methods through observation, interviews, and documentation. The results of the study show that although the value of assistance increased to Rp 10,000 per valid vote in 2023, its implementation still faces obstacles, such as delays in reports, incomplete documents, and the use of funds that are not fully in accordance with regulations. The main obstacles come from limited human resources, weak internal supervision, and lack of understanding of the rules. The research emphasizes the need to improve governance, strengthen the party's administrative capacity, and consistency in the application of sanctions to ensure accountability in the use of public funds.

References

Azwar, S. (2000). Reliabilitas dan Validitas (Edisi ke-3). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Bastian, I. (2007). Akuntansi untuk LSM dan Partai Politik (Edisi pertama). Jakarta: Erlangga.

Bawengan, G. A. (1973). Pengantar Psikologi Kriminal. Jakarta: Pradnya Paramita.

Ghiselli, E. E., Campbell, J. P., & Zedeck, S. (1981). Measurement Theory for the Behavioral Sciences. New York: W.H. Freeman and Company.

Gray, R., Owen, D. L., & Adams, C. (1996). Accounting and Accountability: Changes and Challenges in Corporate Social and Environmental Reporting. London: Prentice-Hall.

Hartono, J. (2011). Metodologi Penelitian Bisnis. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.

Ikatan Akuntan Indonesia. (2009). Standar Pelaporan Keuangan Organisasi Nirlaba PSAK No. 45.

Ismail, E. D. (2012). The White Collar Crime (Suatu Tinjauan Kriminologis). Gorontalo: Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo.

Keuangan Parpol Tak Bisa Diaudit. (2011).

Krina, L. L. (2003). Indikator dan Alat Ukur Prinsip Akuntabilitas, Transparansi, dan Partisipasi.

Pemeriksaan Bantuan Keuangan Partai Politik dalam Rangka Mewujudkan Pengelolaan Keuangan Partai Politik yang Transparan dan Akuntabel. (2013). Diakses dari http://jdih.bpk.go.id/wpcontent/uploads/2013/04/tulisan-bantuan-parpol.pdf.

Pemerintah Republik Indonesia. (2003). SK KPU No. 676.

Peraturan Daerah Kabupaten Tabalong Nomor 188.5 Tahun 2023 tentang Bantuan Keuangan Partai Politik.

Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2018 tentang Tata Cara Perhitungan, Penganggaran dalam APBD, dan Tertib Administrasi Pengajuan, Penyaluran, serta Laporan Pertanggungjawaban Penggunaan Bantuan Keuangan Partai Politik.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2018 tentang Perubahan PP No. 5 Tahun 2009 tentang Bantuan Keuangan Partai Politik.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2009 tentang Bantuan Keuangan Partai Politik.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2011 tentang Perubahan atas UU No. 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik.

Published

2026-01-31