Evaluating the Implementation of the Marriage Law in Madura: A 2025 Systematic Literature Review (SLR) on Policy Effectiveness and Socio-Cultural Dynamics
DOI:
https://doi.org/10.55927/fjas.v4i9.322Keywords:
Child Marriage, Law No. 16 of 2019, Madura, CultureAbstract
The revision of Law Number 16 of 2019 on Marriage establishes the increase of the minimum age for marriage to 19 years, aiming to reduce child marriage rates in Indonesia. However, in the Madura region, the practice remains prevalent, influenced by cultural, socio-economic, and strong religious norms. This study aims to analyze the effectiveness of the implementation of Law No. 16 of 2019 in Madura after its revision, using the Antecedent–Decision–Outcome (ADO) framework. The research method applied is a systematic literature review of nine relevant scientific articles obtained from nationally indexed Sinta journals. The findings indicate that antecedent factors, such as cultural values, family economic conditions, and interpretations of religious norms, significantly influence the high number of marriage dispensation cases. As a result, the policy outcomes have not been fully effective in reducing child marriage rates.
References
Adawiyah, R. (2021). Analisis batas usia perkawinan pada UU No. 16 Tahun 2019 atas perubahan UU No. 1 Tahun 1974 tentang perkawinan (Studi terhadap pandangan ilmuan Kota Padang tentang perubahan batas usia perkawinan). Hukum Islam, 21(2), 256–278.
Amara, N. V., Sa’adah, K., Putri, R. W., Setiawasih, E., Zendhy, D. M., Putri, D. A., & Hidayah, A. N. (2025). Kedudukan hukum pertunangan anak dalam hukum perkawinan Indonesia dan Konvensi Hak Anak: Studi kasus di Sampang, Madura. USRAH: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 6(3), 1–14.
Anggrainy, F., & Haris, R. A. (2025, Februari). Optimalisasi pencegahan perkawinan anak di Kabupaten Sumenep (Studi di Desa Pamolokan sebagai Desa Model CEPAK). Prosiding Seminar Nasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 2(1), 109–118.
Artiyanto, A., & Kuswendi, A. (2024). Efektivitas UU No. 16 Tahun 2019 untuk menekan angka perkawinan dini. Syariahku: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 1(1), 25–33.
Basri, M. (2025). Kepentingan terbaik anak dalam dispensasi kawin di Madura: Sudut pandang hukum acara. JURIS: Jurnal Ilmiah Syariah, 5(1), 1–12.
Faihah, G., & Sulisworo, D. (2024). Tinjauan pustaka sistematis tentang dampak literasi membaca di sekolah terhadap keterampilan komunikasi. Jurnal Genesis Indonesia, 3(3), 113–120.
Fawaid, F., Rahmadanik, D., & Soesiantoro, A. (2025). Analisis dampak pernikahan anak usia dini menggunakan pendekatan street level bureaucracy di Kabupaten Sampang–Madura. Public Service and Governance Journal, 6(2), 36–48.
Hamdani, S., & Wijayanto, P. K. (2025). Evaluasi kebijakan Undang–Undang Perkawinan pada masyarakat Saronggi, Sumenep, Madura. Solidaritas, 9(1).
Kusdiwanggo, S., & Yusran, Y. A. (2024). Systematic literature review (SLR): Keberlanjutan arsitektur tradisional dan vernakular dalam menghadapi zaman pada konteks urban rural. Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia, 13(4), 190–200.
Nurinsani, S. R., Nugroho, B. D., & Rubiati, B. (2025). Analisis hukum dispensasi kawin tanpa alasan mendesak: Studi kasus penetapan nomor 442/PDT.P/2023/PA.KRW. Jurnal Humaniora dan Sosial Sains, 2(2), 228–233.
Puaschunder, J. M. (2022, Juni). Hukum internasional perilaku: Hukum dalam buku vs. hukum dalam praktik, menyerupai perdebatan ekonomi neoklasik vs. ekonomi perilaku. Dalam Prosiding Konferensi RAIS Internasional ke-28 tentang Ilmu Sosial dan Humaniora (hlm. 1–9). Scientia Moralitas Research Institute.
Putra, A. S. (2025). Pandangan hakim Pengadilan Agama Sumenep terhadap Pasal 7 Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan (Disertasi Doktor, Institut Agama Islam Negeri Madura).
Rubianto, M., & Pratama, A. R. (2025). Kebijakan penal pemaksaan perkawinan pasca perkawinan. Tinjauan Hukum Neoklasik: Jurnal Hukum dan Isu Kontemporer.
Usman, M. M. I. (2025). Batas usia perkawinan: Tantangan hukum dan solusi implementasi Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019. Zaaken: Jurnal Hukum Perdata dan Bisnis, 6(1), 1–22.
Yahuza, W., & Masrokhin, M. (2025). Fenomena pernikahan usia dini di tengah transformasi sosial: Studi tentang implementasi Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 oleh Kantor Urusan Agama Kecamatan Jombang. Polyscopia, 2(2), 130–139.
Zaini, M., & Wagianto, R. (2025). Pandangan masyarakat terhadap status anak di luar nikah di Desa Watupanjang perspektif hukum Islam. JURISY: Jurnal Ilmiah Syariah, 5(2), 1–8.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Ahmad Khusairi, Sedarmayanti Sedarmayanti, Ulul Albab

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.






















